Showing posts with label Tumbuh Kembang. Show all posts
Showing posts with label Tumbuh Kembang. Show all posts

Ciri-ciri Anak Sukses di Masa Depan

Orang tua memegang peran penting dalam mendidik anak, namun apabila orangtua lengah terhadap anak didiknya maka peran itu akan langsung diambil alih oleh lingkungannya,dan jangan menyesal...........jika segalanya terlanjur salah ??

Manfaat Mendongeng

Hhmm... !? zaman sekarang apa masih ada orang tua yang mau mendongeng untuk anaknya ? saya rasa tidak lagi sebanyak dulu, tapi paling tidak masih ada yang sadar akan baiknya mendongeng dan mau tentunya.

Breast VS Bottle

Among all arguments that happen in this world daily, there has been no end to the breast feeding vs. bottle feeding question. People will argue either point until no end. This is because people feel differently on many view points when it comes to breast feeding. There is much speculation that people turn to bottle feeding because they hear wrong information.

8 Sebab Bayi Sulit Tidur

Di usianya yang menginjak 8 bulan si Bima terlihat agak rewel atau seperti sedang ingin di manja, selalu ingin ditemani tidak seperti biasanya, bahkan tidurnya pun lebih singkat dan menidurkannya pun lebih sulit seperti ada sesuatu yang mengganggu dia. Akhirnya coba cari di google penyebab bayi susah tidur, eh ternyata benar ada yang sedang tumbuh di dalam mulutnya, ya Bima sedang mengalami fase tumbuh gigi. Tapi ternyata bukan cuma itu loh kenapa bayi susah tidur, mau tahu apa saja penyebabnya, baca selengkapnya di sini.

1. Sedang mengalami tumbuh gigi

Untuk pertama kali dalam hidupnya dia akan mempunyai gigi pertamanya yang dimulai dari gigi susu seri bagian bawah, bayi akan mengalami demam tetapi tidak akan sampai panas tinggi karena ada yang sedang menembus gusinya dan itu membuatnya tidak nyaman, berikan mainan teether (mainan untuk di gigit-gigit) untuk mengurangi rasa gatal atau sakit pada gusinya.

2. Lapar atau haus

Jangankan bayi, orang dewasa pun akan merasa terganggu tidurnya kalau sedang merasa lapar, berikan asi atau susu formula dengan takaran sesuai dengan usianya, atau berikan makanan pendamping bila memang sudah waktunya dia makan.

3. Tidur siang yang berlebih

Ya jika bayi terlalu banyak tidur pada siang harinya itu akan mengurangi tidur malamnya, atur pola tidurnya dengan memberikan tidur siang secukupnya dan jangan sampai mengurangi tidur malamnya kecuali anda mau begadang menemaninya.

4. Suhu kamar terlalu panas atau terlalu dingin

Hal ini cukup mengganggu untuknya, tidur dalam ruangan yang panas membuat dia gerah dan berkeringat, bila di biarkan akan menjadi biang keringat, ganti pakaiannya bila dirasa basah dan seka keringatnya lalu bedaki badannya terutama pada bagian lipatan. Dan sebaliknya bila terlalu dingin, selimuti dia, anda tidak ingin dia menggigil kedinginan kan.

5. Kolik atau sakit perut

Kolik adalah istilah yang di pakai untuk bayi yang menangis tiga jam sehari, biasanya pada sore dan malam hari. Sampai saat ini belum diketahui penyebab pastinya dan kolik bukan masalah medis atau menandakan bayi tidak sehat, kolik juga terjadi pada bayi sehat, kolik adalah nyeri pada perut bayi, dekap dia atau momong dia dan berikan perhatian lebih.

6. Terkena infeksi telinga

Bayi akan merasa sangat tidak nyaman dengan hal ini, segerakan periksa ke dokter spesialis anak atau ke puskesmas untuk mengatasi masalah di telinganya.

7. Gigitan nyamuk

Hati-hati dengan nyamuk, nyamuk bisa ada di mana saja dan kapan saja, berikan lotion anti nyamuk khusus bayi pada area terbuka seperti tangan dan kaki, atau pasangkan kelambu saat dia tidur. Jangan beri nyamuk kesempatan karena siapa tahu nyamuk itu nyamuk demam berdarah.

8. Dia tahu anda sedang bad mood

Ini yang menurut saya cukup menarik, ternyata bayi juga bisa merasakan bila bunda atau orang terdekatnya sedang sedih, kesal atau marah. Bayi mempunyai hubungan batin yang kuat terhadap orang-orang terdekatnya terutama kedua orang tuanya.

Jadi pastikanlah apa penyebab bayi anda susah tidur dan berikan perhatian lebih banyak serta tulus.

Saat Bayi Bicara

Bahagia rasanya mendengar bayi kita menyebut kata "mama" atau "papa" untuk pertama kalinya, sulit untuk di lukiskan betapa senangnya saat dia mulai dapat bicara walaupun hanya sepatah kata. Pada postingan kali ini saya akan memberikan tips bagaimana cara menstimulasi bayi agar cepat bicara, mau tahu bagaimana? Baca selengkapnya disini.

1. Ajak dia bicara

Ajaklah bayi anda bicara, katakan apa saja pada bayi anda bahkan saat dia masih di dalam kandungan. Menurut penelitian, bayi yang sering diajak bicara akan lebih cepat bicara, ajak dia bercanda, tertawa atau katakan betapa anda bahagia memiliki buah hati yang pintar, sehat, manis atau apa saja tentang perasaan anda tapi jangan saat anda sedang marah atau sedih karena ia pun akan merasakan kesedihan anda atau merasa sedang dimarahi.

2. Bacakan dongeng

Bacakan bayi anda dongeng atau buku cerita dan lakukan pengulangan pada kata-kata yang menarik, maka bayi pun akan belajar mengulangi kata-kata tersebut dan jangan kaget, pada saatnya ia pun akan mengulangi kata-kata tersebut.

3. Lakukan kontak mata

Saat berbicara dengan bayi lakukan kontak mata dengannya, sejajarkan mata anda dengan matanya agar dia tahu kalau dia sedang diajak berbicara. Bicara dengan nada sedang dan jelas artikulasinya tapi tidak terlalu pelan, dan bicaralah dengan ekspresi gembira.

4. Tanggapi bicaranya

Saat dia bicara atau bergumam tanggapi selalu kata-katanya walaupun tidak jelas apa yang dia ucapkan, itulah bentuk komunikasi bayi kepada orang lain walau belum jelas tapi bayi mulai merespon lawan bicaranya.

5. Tanggapi bahasa tubuhnya

Dia akan berusaha berbicara dan akan dibarengi bahasa tubuhnya, misalkan saat dia tertarik dengan bola merah kesayangannya dia akan menjulurkan tangannya kearah bola itu dan katakan "oh kamu mau bola ini ya sayang" dan berikan bolanya atau saat dia menjulurkan kedua tangannya minta untuk di angkat atau di gendong, angkatkah bayi anda sambil anda berbicara padanya.

6. Bercerita

Ceritakan tentang keadaan sekitar misalnya tentang mainan di sebelahnya, tentang kegiatan sang bayi saat dia dimandikan, saat dia pipis atau pub, saat dia dipakaikan baju, pada saat kucing atau binatang kesayangan anda melintas di dekatnya atau apa saja yang ada di sekitarnya.

7. Ajak bicara saat bermain

Misalnya bermain ciluk ba, bernyanyi, atau putar lagu anak-anak sambil anda mengikuti lagunya dan ajak dia bernyanyi dengan memegang kedua tangannya dan digoyang lembut. Ajak dia di dalam kegembiraan lagu tersebut.

8. Bertanya pada bayi

Misalkan, "adik lapar ya..?", "adik mau apa? mau mimi susu?", "ini gambar apa, ini warna apa, ini bola siapa" sambil anda menjawab semua pertanyaan-pertanyaan tadi.

9. Bicara saat di perjalanan

Katakan itu mobil, itu motor, itu pohon, kita sedang di dalam mobil dan mau kerumah eyang, atau beri tahu ayah sedang mengemudi, kakak sedang tidur, ceritakan juga perbedaan antara siang dan malam.

10. Jangan paksa anak

Tapi ingat jangan sampai anda memaksa anak untuk berbicara, saat dia mulai bosan beralihlah ke kegiatan lain, jangan menyalahkan saat dia salah ucap, serta pujilah anak anda saat dia benar mengucapkan kata. Jawab semua kata-katanya seolah-olah kita mengerti apa yang dikatakannya.

Pada dasarnya bayi yang baru lahir sudah dapat mendengar suara-suara terutama suara bundanya, meskipun dia belum bisa bicara, bayi dapat menyatakan perasaanya dengan gerakan tangan, kaki, badan, kepala, berteriak, menangis, bergumam, tertawa, senyuman, dan masih banyak lagi. Maka latihlah terus anak anda berbicara. Tidak hanya itu, melatih anak bicara juga menjalin ikatan emosional, sosial antara anak dan lawan bicaranya seperti ayah, ibu, kakek dan nenek, serta dapat meningkatkan kecerdasan dan perkembangan kognitif si bayi.

Mainkan Musikmu

Musik... ya musik. siapa yang tak kenal musik, suatu yang tidak berwujud tapi mampu menggetarkan dunia, bahkan Aristoteles pun berpendapat 'musik mempunyai kemampuan mendamaikan hati yang gundah, mempunyai terapi rekreatif dan menumbuhkan jiwa patriotisme'. Jelas apa yang di maksud oleh Aristoteles seorang filsuf yunani yang merupakan salah satu dari tiga orang filsuf (Socrates, Plato, Aristoteles) yang dianggap paling berpengaruh di pemikiran barat bahwa
musik dapat mendamaikan hati yang gundah, di saat seseorang mengalami masalah atau sedang merasa bosan musik dapat mengatasi kebosanan itu atau paling tidak dapat menenangkan hati seseorang yang sedang mengalami masalah. Musik juga dapat di gunakan sebagai terapi kesehatan contohnya musik untuk terapi stres, depresi, meditasi, pernafasan, ibu hamil, bahkan untuk bayi dalam kandungan pun sudah dapat di perdengarkan musik yang di percaya dapat meningkatkan IQ atau kecerdasan sang bayi kelak saat lahir.

Sudah banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa musik dapat menstimulasi perkembangan otak bayi saat masih didalam kandungan terutama musik klasik seperti Mozart, Bethoven, dan masih banyak lagi. Musik klasik dipercaya dapat meningkatkan kecerdasan sang bayi, hal ini bisa terjadi karena didalam otak manusia terdapat getaran atau osilasi yang senada dengan getaran pada musik klasik, oleh karena itulah musik klasik dapat merangsang syaraf otak untuk berosilasi, berayun atau bergetar. Otak manusia akan akan terus berosilasi bahkan pada saat tidur sekalipun, osilasi pada otak manusia akan lebih tinggi pada saat sadar dan akan lebih tinggi lagi pada saat berfikir.

Musik juga dapat mempengaruhi getaran pada otak dan prilaku spontan seseorang, contohnya bila kita dalam situasi membaca akan lebih rileks bila sambil mendengarkan musik instrumental yang bernada ringan seperti Kenny G dan Dave koz, atau saat sedang bekerja di kantor sambil mendengarkan musik-musik hits dalam negeri tentu akan lebih santai dan bersemangat, tapi jangan mendengarkan musik yang bernada cepat atau terlampau lambat saat mengendarai kendaran bermotor seperti mobil, motor, karena mungkin secara tidak sadar kecepatan kendaraan bisa bertambah cepat atau malah keluar jalur karena mengantuk.

Entah berapa banyak jenis musik didunia ini, dari yang instrumental sampai musik daerah dan sudah sangat mudah sekali memdapatkan musik apa yang kita mau, tinggal download musik yang kita mau di internet dan dengan cepat akan kita dapatkan. Begitu besar pengaruh musik dalam kehidupan kita yang mungkin tidak anda sadari bahwa musik telah menyeimbangkan kehidupan kita. SO... Cepat ambil mp3 player mu dan warnai hidup ini dengan musik favoritmu.

Menangislah bila harus menangis

Hmm... Menangis. Semua orang pernah menangis, bahkan sejak ia pertama di lahirkan pun sudah di awali dengan tangisan, tentunya tangisan yang membahagiakan bagi orang-orang terdekatnya khususnya kedua orang tuanya. Tapi tahukah anda arti tangisan selanjutnya terutama di 3 bulan pertama kehidupannya, dan bagaimana menyikapinya ? Baca selengkapnya disini.

"Aku lapar"

Tangis lapar biasanya berpola. Ia menangis, lalu stop untuk bernafas, menangis lagi, lalu stop untuk bernafas. Biasanya diselingi gerakan mengisap. Jika sangat lapar, tangisnya lebih keras dan terus-menerus.

"Aku bosan"

Tangis bosan biasanya pendek, diikuti keheningan, lalu tangis pendek lagi. Tangisnya akan berlanjut jika Anda tak segera mendekatinya dan mengajaknya bermain.

"Aku lelah"

Tangis lelah berupa rengekan. Ia mungkin akan menggosok-gosok wajahnya dan memutar kepalanya dari satu sisi ke sisi lain. Sebuah usapan atau gerakan berirama cukup menenangkan ia dan bisa membuatnya tidur.

"Aku kesepian"

Beberapa bayi butuh perhatian lebih dibanding bayi lainnya dan mulai merasa kesepian ketika ia ditinggalkan sendiri untuk waktu lama. Tangis kesepian berupa rengekan setiap menit dan kadang diikuti air mata. Dekapan hangat membuatnya senang.

"Aku tak nyaman"

Biasanya suara tangis melengking dan jelas, nafas agak tersendat, tapi lalu nafasnya menjadi cepat diikuti tangis lain. Mungkin lengannya terjepit, pantatnya kotor, tertusuk peniti, atau mungkin ia kedinginan/kepanasan.

"Aku kolik."

Bayi sering menangis karena kolik atau kejang/kram usus. Hingga kini belum diketahui penyebab kolik. Ada dugaan, sistem pencernaan bayi belum sempurna sehingga timbul gangguan pencernaan. Kolik dialami pada 3 bulan pertama kehidupan dan biasanya terjadi sore hari menjelang malam.
Tangis kolik sangat keras disertai jeritan dan berulang, suatu saat timbul, suatu saat hilang, tapi hanya satu atau dua menit, lalu menangis lagi. Biasanya diikuti gerakan tangan ke arah perut, badan mengencang, dan kadang disertai buang angin. Menggosok perutnya dengan minyak telon dapat membantu menenangkannya.

"Aku sakit."

Rasa sakit diungkapkan dengan tangis melengking, keras, diselingi rintihan serta rengekan. Tangis bayi yang perutnya mulas, lebih melengking dan lebih ribut. Hubungi dokter anak Anda jika ia menunjukkan gejala-gejala sakit tertentu.

Jadi pahamilah arti tangisan buah hati kita, karena cuma itu yang bisa ia lakukan, jangan sampai anda mengabaikan tangisannya, karena kalau dia sampai bicara "aku mau makannn..." padahal masih 3 bulan mungkin anda akan pingsan karena kaget.

Mitos bayi baru lahir

Menjadi orang tua baru memang menyenangkan, tapi terkadang juga bisa menjadi gugup atau penakut karena banyaknya mitos-mitos soal bayi yang dibawa turun temurun dari orang-orang tua kita dulu yang mungkin kita sendiri menjadi bagian dari mitos-mitos yang dianut orang tua kita. Namun menurut saya mitos-mitos itu tidak selalu salah, mungkin hanya beda pengertian saja namun juga tidak semuanya benar, bahkan ada yang benar-benar salah menurut dokter. Inilah beberapa mitos yang masih beredar di masyarakat.

1. Dibedong agar kaki tidak bengkok.

Ternyata di bedong bisa membuat peredaran darah bayi menjadi terganggu, kerja jantung akan lebih berat memompa darah, akibatnya bayi akan sering sakit di daerah paru-paru dan jalan nafasnya. Selain itu dibedong akan menghambat perkembangan motorik si bayi karena tidak ada kesempatan untuk bergerak.

Sebaiknya dibedong saat sesudah mandi untuk melindungi dari dingin atau saat cuaca dingin itu pun dibedong longgar. Jadi dibedong itu tidak ada hubungannya dengan pembentukan kaki karena semua kaki bayi yang baru lahir kakinya bengkok, sebab di dalam perut tidak ada ruang yang cukup untuk meluruskan kakinya sehingga waktu lahirpun masih bengkok, tapi akan lurus dengan sendirinya.

2. Hidung ditarik-tarik agar mancung

Sebenarnya tidak hubungannya menarik hidung dengan mancung tidaknya hidung, semua tergantung dari bentuk tulang hidungnya dan itu sudah bawaan, lagi pula kasihan si bayinya "sakit tau..." Jadi mau ditarik-tarik setiap detikpun kalo memang tidak mancung ya ga bakal mancung.

3. Pemakaian gurita agar tidak kembung.

Ini jelas salah karena pemakaian gurita akan menghambat perkembangan organ-organ perut. Sekarang bayangkan kalau perut anda di ikat seperti itu tentu akan merasa sesak dan tidak nyaman bukan. Jika memang harus memakaikan gurita jangan mengikat terlalu kencang terutama di bagian dada agar jantung n paru-parunya bisa berkembang dengan baik. Dan jika tujuannya supaya pusar tidak bodong sebaiknya di pakaikan hanya di pusar dan ikatannya pun tidak kencang.

4. Menggunting bulu mata agar lentik

Memotong bulu mata bisa mengurangi fungsinya untuk melindungi mata dari benda-benda asing. Panjang pendeknya bulu mata sudah menjadi bawaan dari bayi itu sendiri.

5. Beri setetes kopi agar bayi tidak step (kejang)

Pemberian kopi pada bayi jelas berbahaya karena mengandung kafein yang akan memacu denyut jantungnya bekerja lebih cepat. Lagi pula bayi itu minumnya susu bukan kopi.

6. Jangan memeras kencang-kencang saat mencuci baju bayi, bayi akan gelisah tidurnya

Kalo di pikir secara logika jelas tidak masuk akal, mungkin bayi gelisah saat tidur karena dia pipis, pub, gerah, atau ada faktor lain, jadi bukan karena saat memeras pakaiannya, mungkin lebih masuk akal kalau jangan memeras terlalu keras karena akan merusak pakaian si bayi yang kalau sudah koyak atau lepas jahitannya akan membuat gelisah sang ayah karena harus membelikan pakaian yang baru lagi.

7. Jangan menyusui bayi jika bunda sedang sakit

Tadinya saya percaya karena penalaran saya bayi akan tertular sakit si ibu, ternyata saya salah karena setelah saya konsultasi ke dokter ternyata malah sebaliknya, saat ibu sedang sakit tubuh si ibu akan menghasilkan sistem kekebalan tubuh yang lebih banyak dan akan ikut ke dalam asi yang jika di minum si bayi akan meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya. Yang tidak boleh adalah menyusui bayi saat sakit tanpa ada pelindung untuk anda, contohnya pakailah masker penutup mulut dan hidung saat anda flu karena akan memularkan penyakit, jadi bukan karena ASI nya.

Itulah beberapa mitos yang beredar di masyarakat dan masih banyak yang lainnya. Buat yang mau sharing soal mitos dan pengalaman tentang mitos yang lainnya silahkan anda komentar di bawah.

Perkembangan Bayi 7 Bulan

Bayi pada usia ini biasanya sudah bisa duduk dan ia akan lebih banyak menghabiskan hari-harinya dalam posisi ini. Bahkan kebanyakan bayi berusia 7 bulan sudah bisa duduk dengan tanpa ditopang sama sekali.

Namun demikian, Anda tetap harus mengawasinya dengan baik ketika ia duduk, sebab terkadang ia akan kehilangan keseimbangan dan terjerembab ke lantai. Ada baiknya jika ia didudukkan di tempat yang agak empuk tapi solid, atau Anda juga bisa meletakkan bantal-bantal di belakangnya untuk berjaga-jaga.

Jika ia melihat benda-benda menarik yang berada dalam jangkauannya, ia akan mencoba untuk meraihnya. Bahkan jika ia sedang dalam posisi duduk, maka ia akan mulai menyondongkan tubuhnya ke depan. Tahap selanjutnya, ia akan berlutut sambil bertopang dengan kedua tangannya. Perkembangan ini merupakan kemajuan yang sangat baik dan akan menjadi “modal” bagi si bayi untuk merangkak.

Bayi Belum Bisa Merangkak? Tidak Perlu Khawatir…

Perlu Anda ketahui, para ahli menganggap bahwa “merangkak” itu sendiri BUKAN merupakan suatu pencapaian yang harus dilalui oleh setiap bayi. Makanya, jangan heran kalau ada bayi yang bisa berjalan TANPA sebelumnya bisa merangkak terlebih dahulu. Bayi seperti ini melewatkan fase merangkak. Bahkan sebagian bayi ada juga yang baru bisa merangkak menjelang usia 1 tahun.

Yang merupakan sebuah pencapaian adalah melihat benda-benda yang berada di luar jangkauan si bayi dan berusaha untuk mendapatkannya. Apabila bayi Anda sudah menunjukkan “gejala” ini, berarti ia sedang memperbaiki perkembangan kognitif dan motoriknya.

Dalam usahanya mengambil benda yang berada di luar jangkauan, si bayi mungkin akan merayap di atas perutnya, ada juga yang sambil dalam posisi duduk beringsut-ingsut di atas pantatnya menghampiri benda tadi, ada pula yang merangkak, bahkan sebagian kecil bayi ada yang mencoba berdiri tegak dan berjalan untuk berusaha mengambil benda tersebut. Semua ini bisa terjadi pada usia 7 bulan…

Amankan Rumah Anda

Karena pada tahap ini bayi Anda normalnya sudah memiliki mobilitas yang tinggi dan sudah mulai “merambah” ke seputar rumah, maka pastikan Anda membuat rumah Anda aman untuknya. Diantara hal yang bisa Anda lakukan:

- Tutuplah stop kontak yang mungkin terjangkau oleh bayi Anda

- Tutupi ujung-ujung tajam yang terdapat pada meubel di rumah Anda yang dapat terjangkau olehnya

- Perhatikan kalau ada bagian meubel yang rusak yang bisa membahayakannya

- Berikan semacam pagar pendek pada mulut tangga yang ada di rumah Anda

Baca juga: Keamanan rumah untuk bayi

Gelisah Menghadapi Orang Asing

Pada rentang usia 6-12 bulan, bayi biasanya akan menimbulkan reaksi negatif jika bertemu dengan orang asing. Kondisi ini bisa dikenal dengan istilah Stranger Anxiety. Biasanya dia akan rewel, berulah, atau bahkan menangis jika bertemu dengan orang-orang yang tidak dikenalnya. Ini merupakan proses yang normal, karena pada usia ini bayi sudah mulai mengenal dengan baik siapa-siapa orang yang dekat dengannya dan siapa yang tidak.

Kalau bayi Anda tiba-tiba menangis ketika bertemu dengan orang yang asing baginya, maka Anda tidak perlu memarahinya. Bahkan ada sebagian orang tua yang “menyalahkan” bayinya dengan mengatakan kepada orang tersebut, “Waduh, maaf ya Bu… si Halsa memang suka bertingkah kalau ketemu orang baru!”. Ini merupakan pendekatan yang kurang tepat lho!

Yang seharusnya Anda lakukan adalah menghibur bayi Anda. Anda bisa mengatakan, “Halsa, ini kan Paman Ahmad… Paman Ahmad pengen sekali ketemu dengan Halsa…”. Jika ia masih belum mau dekat, maka jangan dipaksa. Nantinya, dengan melihat keakraban Anda dengan “si orang asing”, bayi Anda pun akan merasa aman dengan kehadirannya.

Susah Berpisah

Bayi pada tahap ini juga sudah mulai “lengket” dengan ibunya dan susah berpisah. Cara mengatasi hal ini adalah dengan menumbuhkan rasa aman dan percaya si bayi pada orang-orang dekat Anda. Jika ia sudah mulai dekat dengan Bibinya, misalnya, maka coba Anda tinggalkan mereka sebentar. Namun, pastikan Anda “berpamitan” dulu kepada si kecil. Jangan pernah menyelinap pergi tanpa memberitahu bayi Anda. Dengan demikian, Anda melatih bayi Anda untuk memiliki percaya diri.

Terakhir, ingatlah… setiap bayi memiliki perkembangan yang UNIK - termasuk bayi Anda! Jika bayi Anda ternyata perkembangannya pada usia ini tidak sama persis dengan apa yang kami jelaskan di atas, maka jangan terburu-buru panik… Kecuali jika memang Anda merasa bahwa perkembangannya amat sangat lambat dan mulai mengkhawatirkan, kami sarankan Anda untuk berkonsultasi dengan Dokter Anak Anda…

(repost from tipsbayi.com)

Perkembangan Bayi 6 Bulan

Memang sangat mudah untuk menyadari berbagai perkembangan fisik yang “besar”, seperti ketika bayi Anda pertama kali bisa duduk, berguling dan mengangkat tangannya tanda minta digendong. Namun sebenarnya banyak juga lho perkembangan fisik “kecil” yang terjadi saat bayi berusia 6 bulan…


Diantaranya, saat ini bayi sedang belajar menggunakan jari-jemarinya, baik untuk masing-masing jarinya, maupun dalam bentuk kerjasama antara satu jari dengan jari lainnya. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan si kecil dengan jari-jarinya:

- Memukul

- Menggenggam dan menggoyang-goyangkan berbagai benda

- Mengambil dan membawa mainannya ke mulutnya

- Mengambil benda-benda berukuran kecil menggunakan ibu jari dan telunjuknya/jari tengahnya

- Memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lainnya

Penglihatan bayi Anda pada tahap ini sudah sangat baik dan dia sudah bisa melihat sebutir kacang di atas lantai yang terletak di seberang ruangan. Dengan koordinasi jari-jarinya yang membaik, Anda harus ekstra hati-hati, jangan sampai benda yang berceceran di lantai membuat si kecil tersedak…

Ingat, setiap bayi memiliki perkembangan yang unik. Sebagian bayi ada yang menunjukkan perkembangan motorik halus yang drastis, sebagian lebih terlihat menonjol dengan motorik kasarnya, ada bayi yang gesit dan sudah bisa merayap di atas perutnya pada tahap ini, sementara sebagian lagi lebih suka duduk diam dan mengamati apa yang terjadi di sekitarnya… setiap bayi adalah unik!

Alergi Terhadap Makanan

Sebagian Anda mungkin ada yang bayinya sudah atau baru mulai menerima MPASI (Makanan Pendamping ASI) pada tahap ini. Jika ya, maka perhatikan jika ada reaksi alergi dari si kecil terhadap makanan yang Anda berikan, terutama jika Anda atau keluarga Anda memiliki kelainan ini.

Hal pertama yang harus Anda perhatikan adalah tanda-tanda alergi terhadap makanan yang timbul pada bayi Anda, seperti:

- Sesak napas

- Hidung tersumbat

- Mata berair

- Bercak pada kulit

- Diare

Jika ini terjadi, maka sebaiknya Anda segera memeriksakannya ke dokter anak Anda.

Sebagai langkah aman, Anda bisa memberikan makanan yang memiliki resiko sangat kecil dalam menimbulkan alergi, seperti kentang manis dan sereal beras.

Hindari makanan yang sering menimbukan alergi seperti:

- Produk susu olahan

- Coklat

- Putih telur

- Kacang

- Kedelai

Satu hal lagi - jika memang bayi Anda terbukti secara medis alergi terhadap bahan makanan tertentu, pastikan Anda membaca label pada setiap makanan kemasan yang Anda beli untuknya!

5 Ways to Get Baby to Sleep at Night

Alter your room - and the light.

Many parents have heard about utilizing blackout shades in the nursery, but try putting them in your own room as well. You'll sleep better at night, later in the morning time, and doze more easily during the day while your infant is napping. Do a quick spa treatment.

Gentle touch.

Newborn infants who have a bedtime massage doze off faster and sleep more thoroughly than those who don't. Before bedtime, give your baby a 15-minute rub down using slow strokes, gentle pressure, and a baby-safe oil.

Breathe slowly.

One way to get into a calm mood during the night is to slow down your breathing. It sends your baby a signal to be calm. To pace yourself, use headphones to listen to music that's slower than your heartbeat (anything with fewer than 70 beats per minute, like a soft ballad), then breathe to the rhythm.

Utilize a bassinet.

A bassinet can be placed into your bedroom and may improve the quality of your infant's sleep. Infants are inclined to sleep better in bassinets partly because they feel safer and more enclosed there.

In the morning, bring in the light.

Once it's time to get up, move into bright light ASAP. Light exposure to tells your biological clock that you should be awake. This is true for both you and your baby. Head out for a stroll with your child or sit with her by a sunny window. It will energize both of you, and help you remember the one additional thing that's predictable about motherhood: regardless of how difficult the night shift is, the sun will arise tomorrow.

Tingkatkan IQ anak dengan berenang

HASIL penelitian di Melbourne, Australia, menunjukkan, secara statistis IQ anak-anak yang diajarkan berenang sejak bayi lebih tinggi ketimbang anak-anak yang tak diajarkan berenang atau diajarkan berenang setelah usia 5 tahun. Anak-anak tersebut diukur IQ-nya ketika mereka berusia 10 tahun. Tak hanya itu, pertumbuhan fisik, emosional dan sosialnya pun lebih baik.

Penelitian lain menunjukkan, bayi lebih gampang diajarkan berenang ketimbang orang dewasa, karena bayi tak pernah memiliki faktor X semisal bahaya. Bukankah bayi belum mengerti bahaya? Lagi pula, bayi sangat menyukai air sehingga ia pun akan suka diajak berenang. Nah, hal ini membuatnya jadi lebih mudah belajar berenang.

Selain itu, bayi baru lahir hingga usia 3 bulan bisa langsung nyemplung ke dalam air tanpa takut tenggelam, karena pada usia tersebut, ia memiliki refleks melangkah yang banyak kegunaannya untuk berenang. "Refleks melangkah merupakan salah satu refleks yang menyertai bayi seperti halnya refleks menggenggam dan refleks berjalan," jelas Dr. Karel Staa dari RS Pondok Indah, yang juga mantan perenang pemegang rekor 200 meter gaya dada pada 1960-1962.

Jadi, bila kita meletakkan bayi usia di bawah 3 bulan di dalam air, secara otomatis ia akan menggerak-gerakkan kakinya menyerupai paddle dog sehingga tak tenggelam. Bisa dikatakan, pada usia di bawah 3 bulan bayi sudah bisa berenang dengan gaya primitif. Bukan berarti setelah usia tersebut, bayi tak bisa berenang lagi, lo. Kendati refleksnya sudah menghilang, ia tetap bisa melakukan gerakan berenang walaupun tak terorganisir atau acak-acakan. Soalnya, dengan ada gaya gravitasi, ia merasa ditekan dari bawah air sehingga ia bisa mengambang. Ia pun jadi senang.

Apalagi sejak di perut ibu, bayi sebenarnya juga sudah berenang dalam air ketuban selama 9 bulan. Setelah lahir, kemampuannya berenang tinggal ditingkatkan saja. Bahkan, saking populernya berenang ini, di luar negeri sampai ada proses melahirkan yang dilakukan di dalam air, lo. "Secara medis, hal ini tak akan menimbulkan masalah karena merupakan proses alami." Jadi, tak ada alasan lagi untuk ragu-ragu mengajak si kecil berenang, ya, Bu-Pak.

HARUS AMAN

Yang penting diperhatikan, ketika berenang bayi harus merasa aman dan memang harus ada pengaman. Jadi, orang tua harus mendampinginya. Ini syarat mutlak, lo. "Jika orang tua sama-sama masuk ke dalam air dan sama-sama berenang dengan bayi, maka selain merasa aman, bayi pun bisa merasakan ada respon dari orang tua," tutur Karel.

Disamping, dengan orang tua mendampingi juga bisa bermain dengan bayi sehingga ada interaksi antar manusia. "Ini merupakan salah satu keunggulan berenang." Coba bandingkan kala bayi baru belajar duduk atau berjalan, apakah orang tua akan mendampingi dan melakukan gerakan yang sama terus menerus dengan anak? Kan, enggak. "Nah, berenang lain. Mereka sama-sama masuk air, sama-sama berenang sehingga rasa enjoy-nya lebih. Ini akan berguna untuk perkembangan psikologis anak." Itulah mengapa, kedua orang tua sebaiknya ikut bersama bermain di dalam air.

Tentunya, berenang juga berguna untuk pertumbuhan. "Motoriknya berkembang lebih pesat ketimbang ia hanya bermain di lantai." Bukankah saat berenang, semua otot bekerja? Nah, kalau di lantai, hanya otot-otot tertentu saja yang bekerja. Apalagi jika ibu memberikan baby walker sehingga bayi jadi terbiasa berjalan dengan alat itu. Akhirnya, gerakan-gerakan ototnya jadi terbatas karena hanya otot-otot tertentu saja yang bekerja.

PERHATIKAN KEBERSIHAN AIR

Nah, kini Ibu-Bapak semakin mantap, kan, mengajak si kecil berenang? Tapi berenangnya di rumah saja, ya, kalau usia si kecil masih di bawah 6 bulan, agar bisa mengontrol kebersihan dan suhu airnya. Jangan lupa, di usia ini enzim pencernaan bayi belum matang. Jadi, kalau ia secara tak sengaja menelan air yang tak bersih kala berenang, bisa mengakibatkan mencret, muntah, dan sebagainya.

Bukan berarti di rumah harus ada kolam renang, lo. Toh, banyak benda yang bisa dijadikan sebagai pengganti kolam renang seperti bak mandi, ember besar, bathtub, dan lainnya. Nah, biasakan bayi bermain di situ. "Sebenarnya, ketika bayi tengah mandi atau bermain air merupakan salah satu cara mengenali atau menghayati air pada anak," tutur Karel.

Setelah bayi berusia 6 bulan ke atas barulah bawa ia ke kolam renang terbuka atau umum. "Tapi harus pilih, ya. Mungkin di Indonesia masih sulit karena kita, kan, enggak punya kolam berenang khusus bayi. Bahkan kebanyakan kolam renang di Jakarta, air yang dipakai itu-itu saja, muter saja di situ. Diputarnya pakai mesin lalu ditambahkan kaporit dan daun-daun atau kotorannya diangkat; sebulan sekali baru diganti." Hal ini dikarenakan sulitnya sumber air di Jakarta. Lain dengan di kota pegunungan seperti Bogor dan Cibodas, "mereka memiliki kolam renang yang airnya mengalir".

Jadi, bila mau membawa bayi berenang di kolam renang umum, pilih waktu yang tepat, yaitu ketika kolam renang masih dalam keadaan bersih; biasanya di waktu pagi. "Suhunya juga harus disesuaikan, sebaiknya jangan lebih dari 31 atau 32 derajat celcius." Khusus untuk bayi usia satu bulan pertama, suhunya 34-35 derajat celcius.

Kebersihan lain yang harus diperhatikan ialah kaporitnya, "jangan terlalu jenuh, karena kaporit bisa mengakibatkan iritasi kulit, mata, dan lainnya." Ukuran kaporit yang ditetapkan untuk anak adalah 6-8 ppm. Hati-hati, lo, Bu-Pak, jika bayi sudah merasa trauma karena matanya perih, misal, selanjutnya akan jadi kendala.

UNTUK REKREASI

Yang perlu diingat, jangan sampai orang tua mengajak bayi berenang untuk mengejar prestasi karena tujuan utamanya adalah rekreasi. Beberapa asosiasi kedokteran anak di luar negeri malah mengatakan, berenang pada anak usia di bawah 4 tahun jangan dijadikan tujuan untuk mengejar prestasi. Di atas usia itu barulah orang tua bisa mengajarkan gaya-gaya berenang yang ditargetkan untuk prestasi.

Dalam bahasa lain, bayi berenang hanya untuk fun. "Mulai usia setahun bolehlah diarahkan pada prestasi, tapi tidak dengan cara ditekan," ujar Karel. Misal, setiap hari harus berenang 50 meter bolak-balik. Soalnya, di usia tersebut ia baru bisa mengikuti gerakan-gerakan renang yang dilakukan orang tuanya. Sama halnya dengan bayi usia setahun yang suka marah-marah karena melihat orang tuanya yang suka marah-marah, begitu pula berenang. "Kalau orang tua suka berenang dengan gaya yang cukup baik maka ia pun akan mengikuti."

Jadi, ajak si kecil berenang untuk kesehatannya lebih dulu, ya, Bu-Pak. Soal gaya renang akan mengikuti secara otomatis bila ia sudah menyukainya. Jangan lupa, ketika mendampinginya, Ibu-Bapak juga harus fun, lo, bukan lantaran terpaksa.

(repost from bayisehat.com)